Pelaku tindak pidana penganiayaan di SPBU ATS Ambawang Di Vonis Bayar Denda Oleh PN Mempawah

  • Whatsapp

MEMPAWAH KALBAR,

Pelaku tindak pidana penganiayaan di SPBU ATS Ambawang setelah melalui proses penyelidikan dan penyidikan oleh Kepolisian Polsek Sungai Ambawang menetapkan satu orang tersangka inisial IW.

Bacaan Lainnya

dalam kasus penganiayaan tersebut disangkakan dengan pasal 352 KUHP tindak pidana tipiring dan pelaku di kenakan pasal 352 Tindak pidana tipiring.

Selanjutnya kasus tersebut sampai kemeja persidangan Pengadilan Negri Mempawah pada hari Kamis Tanggal (18/08/2022),dari keputusan persidangan setelah Majelis Hakim PN Mempawah medengarkan keterangan dari tiga saksi terdakwa,”di antaranya saksi Dr. Eko Raharjo,Budi dan Johanes Ohan,”

Dalam keterangan saksi tenaga medis Puskesmas Sungai Ambawang Dr.Eko Raharjo dari hasil Visum yang dilakukannya kepada korban Chandra bahwa tidak di temukan tanda lebam luka dan memar dan apa yang di temukan semua dia tulis,”Katanya.

Namun terdakwa melalui kuasa hukumnya minta keringanan kepada majelis hakim dan majelis hakim menimbang mengingat terdakwa sebagai tulang punggung keluarganya ,dan akhirnya
permintaan terdakwa dikabulkan oleh majelis hakim .

Akhirnya Pengadilan Negeri Mempawah ,menerima dan menetapkan inisial IW sebagai terdakwa Kasus Tindak pidana ringan tipiring dengan ancaman kurungan dengan tuntutan Satu bulan kurungan atau denda Rp.505.000,dan setelah terdakwa siap membayar denda yang telah di putuskan majelis hakim akhirnya terdakwa tidak di tahan.

“Mar’ie,SH kuasa hukum dari terdakwa Inisial IW usai mendampingi kliennya di persidangan kepada sejumlah awak media mengatakan Terkait dengan tindak pidana 352 yang di proses oleh Polsek Sungai Ambawang dari proses penyelidikan dan penyidikan sampailah proses persidangan kami dari pihak pengacara dari terdakwa mengapresiasi kerja dari Polsek Sungai Ambawang ,Ujarnya

“Bahwa perkara ini berakhirnya di persidangan Pengadilan Negeri Mempawah ,dari hasil persidangan yang disidangkan memang terbukti secara sah menurut hakim pasal 352 .Jadi penganiayaan dan kami menerima putusan itu , “Ucapnya .

“Jadi kata Mar’ie kuasa hukum dari terdakwa sebetulnya perlu kami sampaikan melalui kawan kawan media perkara tindak pidana seperti yang terjadi di wilayah Polsek Sungai Ambawang menurut saya tidak perlu sampai disini . Sebetulnya cukup dan bisa di selesaikan dengan cara musyawarah di Kantor Desa karena perlu peran aktif dari kepala Desa untuk menyelesaikan persoalan ini.”Terangnya.

“Karna ini menyangkut warga dari Desa Sungai Ambawang jadi kalau memang kepala Desanya bijak itukan bisa di selesaikan secara musyawarah di kantor Desa di selesaikan secara baik dan tak perlu sampai ke Pengadilan Negeri Mempawah .

“Namun memang karna ini tugas penyidik terutama Polsek Sungai Ambawang ini dia memproses ini sesuai dengan prosedurnya hingga kasus ini sampailah di persidangan ini saya kira itu yang
perlu saya sampaikan .

sekali lagi saya sampaikan terimakasih pada Polsek Sungai Ambawang yang benar benar memproses ini.

dari awal penyelidikan dan penyidikan bahkan melimpahkan perkara ini sampai ke Pengadilan Negeri Mempawah dan sudah di putus oleh Pengadilan Negeri Mempawah.”Tandasnya.

“Sementara Eddy.R.BA.Koordiantor Lembaga Anti Korupsi Indonesia Kalimantan Barat usai menghadiri sidang kepada wartawan dia mengatakan Menurut dari pantauan saya.

Pertama tama saya apresiasi dulu kepada Kapolsek Sungai Ambawang beserta kanit reskrimnya yang telah mengambil sikap tegas menetap kan saudara Inisial IW sebagai tsk tipiring berdasarkan saksi saksi yang telah diperiksa.

sehingga berujung di bawa ke PN Mempawah dan sampai di persidangan.Semua berjalan dengan lancar.

“Namun kata Edi sangat di sayangkan kenapa pihak dari koban tidak hadir dalam persidangan ini ada apa sebenarnya ?dan terkait berita yang sudah beredar di sejumlah media itu sah sah saja cuma perlu pembuktian dan ternyata di persidangan terbukti bahwa bukan penganiayaan berat ,”Pungkasnya.

(M.Nardi/Tim) .

Pos terkait