KOTA AMBON – MALUKU,
Komandan Satuan Kapal Partoli (Dansatrol) Kodaeral lX, Kolonel Laut (P) Imam Ibnu Hajar melaksanakan kunjungan kerja ke KRl Kerapu-812 sekaligus mengisi Jam Komandan kepada seluruh personel KRl Kerapu di PT. PAL Indonesia, Ujung, Surabaya, Rabu (6/5/2026).
Kehadiran Dansatrol Kodaeral lX tersebut disambut seluruh prajurit dengan suka cita. KRl Kerapu-812 merupakan salah satu unsur patroli jajaran Satrol Kodaeral lX, yang saat ini tengah melaksanakan perbaikan refurbishment, re-engine, & repowering di PT PAL Surabaya.
Menurut Dansatrol, masa perbaikan (docking atau overhaul) kapal KRI, merupakan fase krusial yang menuntut dedikasi tinggi dari seluruh anggota, bukan berarti prajurit bisa bersantai. Ini adalah momen untuk mengembalikan kesiapan tempur & operasional kapal secara maksimal.
Perbaikan di galangan kapal memiliki risiko tinggi. Wajib mematuhi prosedur keamanan, menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), dan memastikan safety briefing dilakukan sebelum memulai pekerjaan.
“Anggota KRI, terutama teknisi internal, harus aktif mengawasi pekerjaan vendor. Pastikan suku cadang mesin, elektronik, dan senjata dipasang sesuai spesifikasi teknis (SOP),” pintanya.
Menurutnya, anggota KRl jangan hanya mengandalkan pihak galangan. Anggota KRI harus tetap melaksanakan pemeliharaan rutin pada bagian yang menjadi tanggung jawab mandiri, seperti perawatan bakap dan Sewaco (Sensor, Weapon, and Command).
Ia juga memerintahkan agar seluruh personel KRl, meskipun tidak dalam operasi laut, disiplin prajurit di darat/galangan harus tetap tinggi. Kepatuhan terhadap arahan Komandan KRI atau perwira pelaksana adalah mutlak.
“Yakini bahwa perbaikan ini bertujuan agar kapal kembali “prima” untuk menunjang kesiapan operasi. Perbaikan yang sukses berarti keselamatan anggota dan keberhasilan misi ke depan,” terangnya.
Berkaitan dengan kompetensi, Dansatrol menekankan untuk menggunakan waktu ini untuk mempelajari sistem kapal secara lebih mendalam (teknis dan operasional) langsung dari perbaikan yang dilakukan.
“Tetap jaga kekompakan. Masa docking seringkali berat, namun kerja sama tim akan meringankan pekerjaan yang padat. Jaga marwah KRI, rawatlah kapal layaknya rumah sendiri agar tetap siap tempur menjaga kedaulatan NKRI,” pungkasnya.
Sumber Dispen Kodaeral IX.






