Akhirnya Kades Kalaparea Dimintai Klarifikasi Oleh Kejari Kabupaten Sukabumi

  • Whatsapp

KABUPATEN SUKABUMI,

Setelah sempat diberitakan terkait dugaan penyalahgunaan jabatan dengan mengatasnamakan Bumdes.akhirnya Kepala Desa(Kades)Kalaparea Heri Kurniawan(Ahok),dipanggil pihak Kejari Kabupaten Sukabumi untuk dimintai keterangan(18/11/2022).

Bacaan Lainnya

Berawal dari pesan WhatsApp awak media yang tergabung dalam team Jorelat konfirmasi terkait pemanggilan Kades Kalaparea oleh pihak DPMD,dalam pesan WhatsApp tersebut Kadis PMD mengatakan.

“Sudah kita panggil,selesai audensi langsung siangnya,bahkan Yang Bersangkutan(YBS)dimintai klarifikasi oleh Kejaksaan,dan di lapangan difasilitasi Forkopimcam khususnya Kapolsek musyawarah dengan unsur masyarakat.kami pantau terus perkembangannya,”kata Gun Gun Gunardi Kadis PMD.

Lalu,team Jorelat mendatangi Kejari Kabupaten Sukabumi guna konfirmasi terkait pemanggilan tersebut.team Jorelat disambut oleh Kasi Intelejen Tigor Sirait dan Mulkan.

Menurut keterangan Mulkan,Ahok memenuhi panggilan Kejari dengan membawa bukti surat-surat perjanjian yang ditandatangani sejumlah pihak yang berkaitan.

“Ahok berkelit dan membela diri bahwasanya dia tidak menggunakan dana tersebut untuk kepentingan pribadi melainkan dialokasikan untuk pembangunan Aula,”jelasnya

Lanjut,salah satu perjanjian tertulis adanya nota kesepakatan perusahaan dengan pihak Desa yang mana ditandatangani oleh beberapa pihak dalam perjanjian tersebut tertuang adanya kompensasi fee sebesar Rp 350 perak dan sebagainya.

“Dalam perjanjian itu memang uang diterima oleh Bumdes tetapi Bumdes sendiri vakum dari tahun 2019,perjanjian dengan perusahaan mengatasnamakan Bumdes itu di tahun 2020,”ujarnya.

Ada hal menarik terkait nominal kompensasi fee dari perusahaan yang mana ada perbedaan dalam nominal,ditanda terima tercantum sebesar Rp.1000 tetapi dalam berkas Kades sebesar Rp.350. Ada apa dibalik semua itu ???

BERSAMBUNG……

( Wahyu )

Pos terkait