DENPASAR – BALI
Kontingen Taekwondo Indonesia (TI) Bali sukses mengukir prestasi prestisius dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Taekwondo Cadet & Junior 2026. Bertempat di GOR Sempaja, Samarinda, 23-26 April 2026, tim Pulau Dewata membuktikan bahwa kualitas jauh lebih utama daripada kuantitas.
Bintang utama dalam ajang ini adalah Gede Krisyana Wedantha. Turun di kategori Kyorugi (tarung) Kelas Under 55 kg Junior Putra, Krisyana tampil dominan hingga berhasil membungkam atlet tuan rumah di partai final yang dramatis. Tak hanya membawa pulang medali emas, Krisyana juga dinobatkan sebagai Atlet Terbaik pada kejurnas tahun ini.
*Efektivitas Skuad Ramping*
Meski hanya mengirimkan delegasi kecil berjumlah 8 atlet untuk bersaing di 32 kelas yang dipertandingkan, Bali terbukti sangat efektif. Selain Krisyana, medali emas kedua dipersembahkan oleh Natalia Putri Aurel Angelica Sena yang tampil taktis di kategori Kyorugi Under 42 kg Junior Putri.
Ketua Umum Pengprov TI Bali, Laksamana Pertama (Purn) I Wayan Wetha, menyatakan rasa bangganya atas daya juang para patriot olahraga Bali.
”Ini merupakan hasil yang sangat luar biasa. Kita hanya mengirimkan 8 atlet, namun mampu bersaing di papan atas melawan kontingen lain yang membawa jumlah personel jauh lebih besar. Efektivitas ini menunjukkan pembinaan kita berjalan di jalur yang tepat,” ujar Wayan Wetha, didampingi Manager Tim, I Putu Juni Antara, disela sela penjemputan Atlet TI Bali di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali (27/4/2026).
*Kebangkitan Sektor Poomsae*
Selain dominasi di kategori Kyorugi, Bali juga menunjukkan taringnya di kategori Poomsae (jurus). Ada peningkatan signifikan pada teknik dan performa atlet Bali di kancah nasional:
• I Gede Tristan Dananjaya: Meraih medali Perak (Poomsae Individu Cadet Putra).
• Ainun Ammarasari Wibowo: Meraih medali Perunggu (Poomsae Individu Junior Putri).
*Tangan Dingin Tim Pelatih*
Keberhasilan ini tidak lepas dari racikan strategi tim pelatih. Di sektor Kyorugi, performa atlet digembleng oleh duet pelatih I Gusti Agung Made Pranata Astawa dan PT Bayu Satrya Mahottama Suarbawa.
Sementara itu, lonjakan performa di sektor Poomsae merupakan hasil arahan tim pelatih yang terdiri dari Aurellia Feriani Putri, Gregorius Gery Rama Nggaham, dan Tri Ratno Mulyo J.
Dengan raihan dua emas, satu perak, dan satu perunggu dari total 8 atlet, TI Bali tidak hanya memenuhi target organisasi, tetapi juga mengirimkan sinyal kuat bahwa Bali tetap menjadi barometer kekuatan taekwondo di Indonesia.
_Pewarta: Arie 65 – NI 86_






