Rokok Pita Cukai ILEGAL Berbagai Merk Masih Beredar Bebas Di kabupaten Sambas

SAMBAS-KALBAR,

Peredaran rokok Pita cukai ILEGAL berdampak merugikan keuangan negara, merugikan masyarakat , dan juga menimbulkan persaingan pasar yang tidak sehat .

Bacaan Lainnya

Community protector adalah fungsi Bea Cukai sebagai instansi pemerintah untuk melakukan perlindungan kepada masyarakat dari masuknya barang-barang ilegal. Sebagai langkah preventif untuk mencegah adanya peredaran barang-barang ilegal di tengah masyarakat.

Hal ini pun harus menjadi perhatian serius pihak bea cukai Sintete, agar publik tidak menganggap ada persekongkolan atau kerja sama dengan penadah atau pengedar rokok Pita cukai ilegal tersebut.

Penelusuran awak media news investigasi di salah satu toko kelontong di sambas memang benar ada nya beberapa jenis merk Rokok yang Menggunakan Pita Cukai 12 batang rokok tapi isi nya ada 20 batang.

Saat awak media mempertanyakan terkait rokok tersebut kepada ke pemilik toko yang nama nya tidak mau di sebutkan mengatakan ke awak media News Investigasi 86 .
” Untuk rokok ini saya pesan melalui jaringan telpon ,ada merk yang lain biasanya langsung ke toko saya menggunakan mobil box” ,Ujarnya .

Selanjutnya pada hari Selasa (30/08/22/022 awak Media News investigasi konfirmasi langsung ke Kantor Beacukai Sintete terkait peredaran rokok pita cukai ilegal di kabupaten Sambas .Salah satu Staf kantor Beacukai Sintete , mengatakan .” Kalau kami biasanya tiap bulan ada operasi Pasar,biasa nya Kita bareng sama pemerintah daerah, misalnya bulan ini kita sama Pemda Sambas bulan berikutnya Singkawang ke Bengkayang, jadi tiap bulannya ada operasi pasar targetnya emang Rokok-rokok ilegal ada temuan tiap bulan kita ada setiap tahun .Kita ada dua kali setiap 6 bulan sekali ada pemusnahan barang ,yang paling dominan selama ini Rokok yang pita cukai nya tidak Sesuai peruntukan,pita cukai nya 12 batang isi dalam kemasan 20 batang kalau merk – merk rokok nya juga banyak dan itu biasa nya rokok dari Jawa “,Pungkasnya .

Pada hari Rabu,(31/08/2022) awak media news investigasi konfirmasi Dinas perindagkop perdagangan terkait adanya peredaran rokok ilegal di kabupaten Sambas .Abdul Hadi, ST selaku Kepala Bidang/ Kabid Perdagangan Kabupaten sambas, mengatakan .” Alhamdulillah kita sudah mendapat informasi terkait dengan Pita Cukai Rokok yang berbeda dari kemasan itu ada yang tidak sinkron ,jadi kita sudah berkoordinasi rekan-rekan Bea dan Cukai.Jadi Memang Selama ini kita di Dinas Kumindag di amanat kan secara tegas untuk pengawasan bentuk tim, ada Hal yang baru Terkait dengan Rokok , Memang kita sudah sampaikan kordinasi dengan Beacukai, kawan-kawan juga sudah merespon mereka akan berkunjung langsung ke kita ke Disperindag untuk menentukan langkah selanjutnya untuk merespon laporan kawan-kawan. Alhamdulillah kawan-kawan pihak Media juga jadi salah satu mitra kita terkait dalam pengawasan dengan keterbatasan pemerintah daerah,kita juga dapat arahan juga dari Pak Kadis untuk TL terkait dengan Rokok ini “,Pungkasnya .

Mengacu pada Undang-Undang RI Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai, yang berbunyi sebagai berikut: Pasal 54 berbunyi: Setiap orang yang menawarkan, menyerahkan, menjual, atau menyediakan untuk dijual barang kena cukai yang tidak dikemas untuk penjualan eceran atau tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling
lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar .

(Mulyono/Tim) .

Pos terkait