SINGARAJA – BALI,
Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (TI) Bali memberikan perhatian penuh terhadap pembinaan prestasi dan penegakan sportivitas dalam ajang Taekwondo Singaraja Open 2026. Kejuaraan bergengsi ini resmi dibuka di GOR FOK Undiksha, Jineng Dalem, Singaraja, Kabupaten Buleleng, pada Sabtu (12/9).
Ketua Umum TI Bali, Laksamana Pertama TNI (Purn.) I Wayan Weta, yang berhalangan hadir dan diwakili oleh Sekretaris Umum TI Bali, Master I Wayan Sumada, hadir secara khusus untuk memantau jalannya turnamen sekaligus menyampaikan arahan strategis bagi seluruh insan taekwondo di Bali.
Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Sekum TI Bali, Ketua Umum TI Bali secara tegas menekankan pentingnya mental bertanding yang menjunjung tinggi nilai-nilai fair play bagi seluruh atlet.
”Kepada seluruh atlet, bertandinglah dengan penuh semangat dan tunjukkan kemampuan terbaik kalian. Namun ingat, junjung tinggi sportivitas dan fair play. Menang dan kalah adalah hal biasa dalam kompetisi, tetapi proses belajar dan pengalaman adalah yang utama,” pesan Ketum TI Bali dalam arahannya.
Tidak hanya kepada para atlet, Ketum TI Bali juga memberikan penekanan khusus kepada para wasit dan juri yang bertugas agar senantiasa menjaga netralitas dan kualitas kepemimpinan di atas arena.
”Kami berpesan agar para wasit dan juri melaksanakan tugas secara profesional, adil, dan objektif tanpa memihak siapapun. Hal ini sangat krusial demi menjaga integritas kejuaraan dan marwah cabang olahraga taekwondo,” imbuhnya.
Kejuaraan Taekwondo Singaraja Open 2026 yang diketuai oleh Putu Sadnyana ini mendapat antusiasme luar biasa dari berbagai daerah di Bali. Tercatat sebanyak 435 atlet turut ambil bagian dalam kejuaraan yang mempertandingkan dua kategori utama, yakni Kyorugi (403 atlet) dan Poomsae (32 atlet).
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Surya Brata, saat membuka acara secara resmi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya turnamen tingkat terbuka pertama di Buleleng ini.
Pihaknya berharap ajang ini dapat menjadi momentum penting bagi Kabupaten Buleleng dalam mematangkan persiapan menghadapi ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2027 mendatang, sekaligus memberikan wadah kompetitif bagi atlet-atlet muda untuk mengasah jam terbang hingga level nasional.
(Arie 65-NI 86/Humas TI Bali)_






