BEKASI.newsinvestigasi-86.com
Masyarakat Bekasi dan sekitarnya mungkin juga sudah tidak asing dan mungkin juga bertanya tanya, jika melihat mobil Kijang tua berwarna gelap dengan penutup belakang yang di pintunya bertuliskan Unit TKP Polsek Bekasi Timur, tengah melintas di wilayah Kota Bekasi.
Mobil tersebut selalu menjadi yang terdepan jika ada peristiwa kriminal maupun kecelakaan di wilayah hukum Polres Metro Bekasi Kota,Namun umumnya masyarakat kurang mengetahui siapa sebenarnya sosok pengendara yang mengoperasikan kendaraan tersebut.
Beliau adalah pria kelahiran Magelang Jawa Tengah dengan nama asli “Kodim” atau biasa akrab disapa Pak Kodim (71 tahun), seorang kakek dengan 4 orang anak dan 16 cucu yang kini tinggal menetap berdua dengan istrinya di Perum Margahayu Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi.
Pak Kodim mengatakan ” Menjadi bagian tim evakuasi Kepolisian, bahwa ia bukanlah seorang anggota Polisi ataupun pensiunan, namun hanya masyarakat sipil yang merasa terpanggil hatinya dengan bekerja secara suka rela sebagai pengemudi mobil evakuasi TKP Polsek Bekasi Timur dari tahun 2003, menjadi tim evakuasi di delapan Polsek yang berada di lingkup Polrestro Bekasi Kota,” kata pak Kodim kepada awak media, Sabtu (13/3/2021).
“Lanjut” sebagai tim evakuasi tak jarang dirinya mengerjakan sesuatu yang mungkin orang lain tak sanggup melakukanya. Meskipun hanya bekerja sosial tanpa gaji atau tunjangan apapun dari Kepolisian, serta harus bersiaga penuh 24 jam sewaktu waktu ada panggilan dari handphone maupun Handie talkkie (HT) jika ada peristiwa kriminal, semua itu dia kerjakan dengan senang hati.
“Enggak ada. Semuanya itu pribadi saja. Jadi untuk operasional dari Polisi enggak ada, dari Polres maupun Polsek, itu uang dari kantong pribadi semua. Jadi untuk bensin, kerusakan mobil, itu biaya sendiri,”jelasnya.
“Awal mula diserahkan pun mobil tersebut dalam keadaan rusak dan saya betulkan menggunakan uang pribadi hampir dua jutaan,”imbuhnya.
Kendati bekerja tanpa imbalan, namun pak Kodim mengaku semuanya dijalani dengan sukarela dan ikhlas hati dengan niat untuk beribadah. Sedangkan penghasilan ekonomi dalam keseharian Pak Kodim mengatakan dirinya memiliki usaha penitipan sepeda motor di rumah tinggalnya di bilangan Bekasi Timur.
“Usaha penitipan motor, dulu banyak yang nitip, tapi selama Covid pendapatan ya berkurang, paling 15 sampe 20 motor sehari., Kalau saya lagi keluar misalkan ada peristiwa untuk mengevakuasi, seringnya kalau soal makan ngopi rokok suka di kasih sama anggota,”terangnya.
Lebih lanjut pak Kodim mengemukakan harapan, dirinya ingin sekali mendapat ganti mobil operasional dengan armada yang lebih layak daripada yang sekarang ia pakai.
“Pinginya sih, mobilnya di ganti yang lebih mudaan, karena yang ini sudah tua dan kurang layak lagi, mesinnya sudah sering rewel,”pungkas mengakhiri.
📝 Broy