JAKARTA,newsinvestigasi-86.Com.
Ketua Presidium FPII yang juga selaku ketua Dewan Pers Independen, menyampaikan rasa harunya dan keprihatinannya atas peristiwa pembunuhan sadis yang dialami Marsalem Harahap Pemimpin redaksi Lassernewstoday.com di Simalungun sumatra utara .
Korban Marsalem Harahap ditemukan didalam mobil sudah dalam kondisi tak bernyawa dengan sejumlah luka tembak di bagian paha sebelah kiri dan dada pada sabtu dinihari ( 19/6/2021).
“Saya mewakili semua insan Pers yang tergabung di FPII meminta kepada kepolisian untuk dapat menangkap Pembunuh sadis yang telah membunuh saudara kami satu profesi di Simalungun Sumatra Utara,kata bunda kasihhati .

“Forum Pers Independent Indonesia dan Dewan Pers Independen,berharap jurnalis yang ada disimalungun dan sumatra utara tidak hanya mengecam perbuatan pelaku pembunuhan tapi segera bertindak mencari semua informasi keterkaitan korban dengan peristiwa atau kasus yang pernah diliputnya untuk dijadikan bukti petunjuk kepada pihak polisi untuk memudahkan pengungkapan kasus ini dan menangkap pelakunya,” .Ujar Kasih Hati .
Kasihati,juga yakin dengan kemampuan dan kecanggihan Intelejen Kepolisian Republik Indonesia/Polri agar kasus ini bisa segera terungkap sehingga motif pembunuhan ini akan ikut terungkap termasuk dalang dari peristiwa ini.
Untuk menghindari kasus serupa terjadi kepada wartawan, kasihati yang biasa dipanggil Bunda menghimbau agar setiap wartawan yang menulis berita soal kasus yang membongkar penyimpangan oknum tertentu, agar lebih waspada dan tidak beraktifitas di luar rumah sendirian.
Bunda Kasihati juga menghimbau kepada semua Pengurus dan anggota FPII di seluruh Indonesia yang notabene jurnalis,agar selalu waspada dan selalu berkordinasi dengan teman teman organisasi lain,karena bersatu akan lebih baik daripada terpisah pisah.
Semoga saudara kita yang telah mendahului kita mendapat tempat yang layak disisi Allah dan Husnul khotimah, sedangkan kita yang ditinggalkan tetap waspada dan berusaha agar pelaku cepat tertangkap dengan bantuan kepolisian setempat, amiin kasihati menutup pembicaraanya dengan muka sedih dan geram, Ungkap Kasihhati dengan nanda seduh .
Sumber Presidium FPII
( Red )






