Diduga Aliran Air Lindi TPA Cikundul Kota Sukabumi Mencemari Lingkungan, Warga Berharap Ada Respons Dari Pihak Terkait

KABUPATEN SUKABUMI,

Warga di Kawasan Perkampungan Leuwiheulang, Kelurahan Situmekar, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, Jawa Barat mengeluhkan saat musim kemarau air lindi dari TPA Cikundul masuk ke beberapa sumur sehingga air menjadi keruh dan mengeluarkan bau tak sedap.

Bacaan Lainnya

Mereka menyesalkan puluhan tahun berdirinya TPA Cikundul tidak ada penanganan dari pihak terkait perihal dampak dari air lindi mengalir ke perkampungan yang berbahaya bagi kesehatan (08/08/2023).

Salah satu warga sekitar berinisial H mengaku resah setiap musim kemarau air dalam sumur dilikungannya keruh dan mengeluarkan bau tak sedap.

” hampir setiap musim kemarau beberapa sumur warga diduga tercemar oleh resapan air lindi TPA Cikundul yang berakibat air sumur menjadi keruh dan mengeluarkan bau tak sedap,” ungkapnya.

Selanjutnya ia mengatakan, jika warga merasa dirugikan akibat pencemaran air lindi tersebut, sebelumnya pun warga pernah mengadu kepada pihak terkait tetapi belum ada respons hingga saat ini.

“Beberapa kali kami mengajukan permohonan kepada pihak terkait agar dibuatkan aliran air lindi yang tidak meresap ke sumur warga tapi tidak ada tanggapan, hingga saat ini tidak ada kejelasan,” katanya.

Sementara itu Ketua DPC PWRI Kota Sukabumi H. Abdul Aziz yang juga selaku Ketua Rw setempat sangat menyayangkan atas lambannya penanganan pihak terkait terhadap keluhan warga terdampak.

” saya sangat menyayangkan lambannya penanganan pihak terkait atas permasalahan ini, akibat air lindi sumur- sumur tercemari sehingga warga sangat dirugikan,” ujarnya

Lebih lanjut ia berharap, pihak pemerintah agar dapat mendengarkan apa yang dikeluhkan, sehingga warga tidak was- was akan penyakit yang diakbitkan air lindi tersebut.

” beberapa tahun kebelakang kalau air sumur sudah tercemar warga terkena penyakit kulit, oleh karena itu kami berharap Pemkot Sukabumi khusunya DLH agar segera memasang gorong- gorong atau selokan yang layak tidak meresap (betonisasi) sehingga lingkungan tidak tercemar dan warga sekitar terhindar dari penyakit,” tandasnya.

( Wahyu R )

Pos terkait