GARUT,newsinvestigasi-86.com.
Dugaan penggelapan KlP diduga di lakukan oleh oknum Kepala Sekolah SMPN 02 Pakenjeng Kabupaten Garut.berinisial E, Selain itu juga dinsinyalir ada pemufakatan jahat bersama-sama dengan Staff TU
Hal tersebut diungkapkan salah seorang Orang tua murid SMPN 02 tersebut yang tidak ingin namanya disebutkan dalam pemberitaan. Menurut salah seorang Orang tua murid mengatakan, ini bukan yang ke sekalinya tapi hal tersebut pernah juga terjadi terhadap saudaranya yang anaknya sama-sama yang mendapat bantuan KIP tersebut.
“Salah satu siswa tersebut merupakan penerima Program Indonesia Pintar sejak tahun 2019, Namun hingga saat ini hanya menerima Dana bantuan tersebut dua kali pada tahun 2019”.
Disampaikan orang tua murid kepada awak media yang mengatakan, Bahwa untuk bantuan KIP tersebut senilai Rp.750.000, Namun dipotong Rp.250.000 dan baru menerima dua kali menerima. Sementara penerima KIP lainnya selain buku rekenignya dipegang sendiri pencarairan pun sudah beberapakali.
Menurut pengakuan orang tua murid tersebut, dirinya cuma hanya dikasih uang dan menandatangani saja, Tanpa diberikan buku rekeningnya serta tanpa mengetahui pencairannya oleh siapa.
Orang tua murid menginginkan buku rekening tersebut diserahkannya, Namun sejak dari 2019 belum diserahkan juga kepada orang tua murid yang anaknya tersebut merupakan selaku penerima manfaat dari program bantuan tersebut. Sementara buku rekeningnya berada di Kepsek SMPN 02 Pakenjeng berinisial E tersebut.
Selanjutnya dilakukanlah beberapa kali konfirmasi kepada E (Kepsek) perihal buku rekening KIP tersebut agar diserahkan, Tetapi E ini selalu berkelit dengan berbagai alasan sakit juga mengatakan buku rekening ada di Bank, hal ini semakin menguatkan bahwa E ini sengaja mendelay, Diduga hal itu dimungkinkan untuk tidak tercium apa yang diperbuatnya.
Setelah didesak E mengatakan, Bahwa buku rekenig tersebut akan diserahkan kepada orang tua muridnya, Namun yang diserahkan bukan buku rekeningnya tapi kartu ATM saja. Dari sini sudah menjadikan sebuah praduga ada apa dengan semua itu, Selain itu disinyalir juga ada beberapa yang kasusnya sama seperti itu.
Oleh sebab itu pihak orang tua wali murid akan mengkroscek ke pihak Bank, guna membuktikan kebenaran apa yang dikatakan oleh Kasek E tersebut.
Saat awak media mencoba meminta konfirmasi via Whatsapp kepada oknum Kepala Sekolah SMPN 02 Pakenjeng, awak media sangat tercengang menerima jawaban via Whatsapp oknum E.Pasalnya oknum kepala sekolah tersebut mencoba menyuap awak media dengan cara akan menstransfer Rp.500.000,- kepada awak media. Dalam hal tersebut awak media juga akan melaporkan oknum tersebut terkait dugaan percobaan suap wartawan dengan bukti Scranshoot percakapan via Whatsapp.
BERSAMBUNG…….
(Gie/Alam/dhi).