Proyek Peningkatan Kualitas Permukiman di Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Kabupaten Sambas, Menjadi Sorotan.

Oplus_16908288

SAMBAS – KALBAR,

Proyek Penyediaan Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum di Permukiman Untuk Menunjang Fungsi Permukiman yang dikerjakan oleh CV. VINCENT ANAK MAS dengan Anggaran senilai 179. 360. 000,.00 Bersumber dari dana APBDP Tahun 2025 kembali menjadi sorotan karena di duga pekerjaan yang asal jadi dan gagal mutu.

Bacaan Lainnya

Pada hari minggu 14 Desember 2025 awak media beserta tim investigasi turun kelapangan untuk menelusuri lokasi pekerjaan tersebut yang terletak di Dusun Parit Cegat, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Kabupaten Sambas. di lokasi terlihat proyek peningkatan jalan lingkungan, yang telah di aspal dengan kondisi aspal yang lembut, dan bergelombang sehingga air bisa tergenang di jalan tersebut, dan tampak dikerjakan asal jadi.

Beberapa warga setempat saat dimintai keterangan oleh awak media menjelaskan, proyek Peningkatan Kualitas Permukiman, di Dusun parit Cegat, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga ini sepertinya tidak sesuai dengan anggaran yang sangat besar yaitu 179 juta lebih, dan patut di duga telah mengurangi spesifikasi konstruksi jalan ini, sehingga hasilnya kurang maksimal.

“Kami menduga dalam pelaksanaan pekerjaan ini terdapat dugaan yang mengindikasikan mengurangi volume sehingga aspalnya pun lembut, campuran materialnya pun tidak bagus, dan juga permukaan jalan bergelombang makanya saat hujan air bisa tergenang di permukaan jalan, kalau seperti ini jalannya, kami pun merasa kecewa, dananya besar, tapi hasilnya tidak memuaskan”. ucap salah satu warga dengan nada kecewa.(14-12-2025)

Warga menduga proses pengerjaan dilakukan terburu-buru, dan ketahanan campuran aspal tersebut juga rendah atau telah menurun, karena pekerjaannya tidak memperhatikan ketentuan spesifikasi, Akibatnya, kondisi jalan yang di bangun jauh dari kata layak untuk menunjang aktivitas lalu lintas masyarakat..

Menurut sumber yang juga bisa di percaya mengatakan, pekerjaan itu adalah pokir dari salah seorang anggota DPRD provinsi dari fraksi PDIP Eni Lestari namun semua pokir tersebut semua di koordinir oleh Sudarwin Alias Anen, dan setiap pelaksanaan di lapangan diduga sering di kerjakan asal jadi dan terkesan buru buru.

Awak media pun mencoba menelusuri proyek tersebut dan ingin mengkonfirmasi dan meminta tanggapan dari sumber yang bersangkutan, namun upaya awak media dan tim untuk mengkonfirmasi kepada pihak yang terkait menemui jalan buntu, dan juga mengindikasikan ada kesengajaan untuk menutup informasi terkait pekerjaan tersebut, hal ini menimbulkan pertanyaan besar tentang  transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan proyek tersebut.

( Julian )

Pos terkait