Miris, Penyelewengan Terhadap Bantuan Pemerintah PKH-BPNT Diduga Sudah Lama Terjadi Di Kab.Garut

  • Whatsapp

GARUT,newsinvestigasi-86. – Carut marutnya mengenai pemberian bantuan dari Pemerintah seperti halnya bantuan PKH dan bantuan yang lainnya masih saja terjadi. Seperti yang terjadi di Desa Pasirlangu, Kec. Pakenjeng, Kab.Garut, dimana masyarakat yang merasa dirugikan mulai bermunculan.

Masyarakat yang memiliki hak KPM-PKH mulai mengetahui, ternyata selama ini diduga ada ketidak beresan dalam penyaluran bantuan tersebut. Sebagai pemegang hak penerima bantuan PKH tidak pernah memegang kartu PKH tersebut, seperti yang dialami dua warga Desa Pasirlangu yang tidak mau disebutkan ldentitasnya di dalam pemberitaan ini dan mengatakannya kepada awak media newsinvestigasi86.

Bacaan Lainnya

Keduanya menuturkan bahwa kartu PKH milik keduanya selama kurun waktu cukup lama tidak diberikan oleh Ketua kelompoknya “MUS” serta pendamping PKH-nya “JU” yakni, sejak Tahun 2017 lalu, baru pada Oktober 2020 kartu tersebut diberikan kepada kedua orang penerima manfaat tersebut, itu pun atas dasar permintaan dan desakan warga, bukan atas kesadaran diri sebagai Ketua kelompok bersama pendampingnya dalam kata lain terpaksa memberikan kartu karena ketahuan perbuatan curangnya.

kesaksian salah satu korbanĀ  (red)

Memang sungguh ironis, kenapa?, diduga pula keduanya berkolaborasi, karena sebagai Ketua kelompok dan pendamping

Memang sungguh ironis, kenapa?, diduga pula keduanya berkolaborasi, karena sebagai Ketua kelompok dan pendamping PKH, hingga kartu PKH milik warga penerima manfaat itu selama bertahun-tahun tidak diserahkan kepada yang berhak, Entah ada apa dengan semua itu ???.

Terlebih yang menjadi pertanyaan berkaitan dengan hal tersebut apakah itu adalah lntruksi atau kebijakan dari pihak Dinsos, atau hanya perbuatan mengada-ada dari Ketua kelompok bersama pendamping PKH-nya saja?, Semestinya tahu, Sebab tidak mungkin apabila tidak ada koordinasi antara Ketua kelompok, pendamping PKH juga Dinsos tersebut, dan di duga ada pemufakatan Jahat diantara mereka.

“MUS” sebagai Ketua kelompok PKH Desa Pasirlangu saat itu mengatakan kepada dua warga penerima manfaat bahwasannya mereka tidak mendapatkan BPNT tetapi hanya PKH saja, Namun apa yang terjadi ternyata lacur, setelah pada bulan Oktober 2020 kemarin kartu PKH tersebut diserahkan kepada warga yang berhak.

Saat kartu PKH di gesek sendiri oleh warga penerima manfaat tersebut merasa kaget ternyata ada BPNT-nya yang nominalnya Rp.200,rb. Berarti kemana selama ini bantuan BPNT tersebut, dibilangnya tidak mendapatkan, ternyata mendapatkan.

Yang berarti pula diduga telah terjadi penyimpangan selama kurun waktu dari 2017, saat kartu PKH dipegang oleh “MUS” selaku Ketua kelompok PKH bersama pendampingnya “JU” tersebut.

Masyarakat berharap agar pihak aparat penegak Hukum Dan Instansi terkait agar mengambil tindakanĀ  tegas karena sudah jelas adanya indikasi perbuatan melawan hukum..

Bersambung….
(Alam).

Pos terkait