Enam PAC Pagar Nusa Kabupaten Garut Laksanakan Konfercab

GARUT

Enam pengurus Alanak cabang (PAC) Ormas lslam Pagar Nusa di Kabupaten Garut laksanakan Konferensi Cabang (Konfercab) pada 30 Austus 2022 beberapa waktu lalu.

Bacaan Lainnya

Ke – enam PAC Pagar Nusa tersebut diantaranya adalah, PAC Kecamatan Pakenjeng, Bungbulang, Caringin, Cisewu, Pamulihan, Mekarmukti, Jum’at (3/9/2022).

“Konfercab tersebut yang berlokasi di Ponpes Nijamiyah Liunggunung Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut – Jawa Barat”.

Hadir pada Konfercab tersebut Ketua Umum Pagar Nusa PC Kabupaten Garut, Perwakilan dari Pagar Nusa Jawa Barat, Majelis Pendekar Pagar Nusa, MWC NU Kec. Bungbulang, Kapolsek Bungbulang

Pada pembukaan acara tersebut di buka oleh Ketua umum PC Pagar Nusa Garut H.Rd. Muhammad Nizar, Spd.i yang menyampaikan, Bahwa kita jadi Pendekar Pagar Nusa harus disiplin didalam organisasi dan sesuai dengan AD/ART Pagar Nusa, Seperti hal’nya dalam komunikasi dari tingkat ranting, PAC, Sampai PC, kita mesti belajar. Selain itu Ketum Pagar Nusa PC Kabupaten Garut juga menyampaikan, Kita harus tetap semangat, terus berjuang menjadi benteng pertahanan Ulama, Kyai juga untuk NKRI sampai mati, ujarnya.

“Acara Konfercab tersebut sekaligus juga melaksanakan sidang untuk pengukuhan calon Ketua PAC Pagar Nusa masing-masing periode 2022-2027”.

Dalam sidang tersebut dipimpin oleh pengurus PW Jawa barat yang disaksikan oleh Ketum PC Pagar Nusa Garut yang terbentuk dengan penuh kelancaran.

Keberadaan Pagar Nusa dalam kancah organisasi, salah satu misinya adalah mengembangkan Seni “Beladiri”, sebab seni “Beladiri” sudah menjadi tradisi warga NU, Seni atau Kesenian sendiri tersebut jangan sampai mengalami penurunan.

Sehingga sesepuh yang sudah dianggap para pendekar turun gunung membentuk organisasi pada 3 Januari 1986 di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur. NU mengesahkan pendirian dan kepengurusannya melalui Surat Keputusan tertanggal 9 Dzulhijjah 1406/16 Juli 1986.

Khusus untuk Pagar Nusa Kabupaten Garut harus tetap menjaga budaya Seni Beladiri tersebut dan harus Eksistensinya harus tetap dijaga sebaik mungkin.

(balam/gie).

Pos terkait