Diduga Menghina Profesi Wartawan, Sunardi Dilaporkan Ke Polisi

SAMBAS KALBAR.

Beberapa perwakilan wartawan Sambas, Singkawang, Bengkayang Kalimantan Barat dan IWO INDONESIA Kalbar, mendatangi kantor Polres Sambas untuk berkonsultasi di bagian Unit Reskrim Polres Sambas terkait atas cuitan postingan Sunardi alias Abas yang diduga menghina Profesi Awak Media (Wartawan) dan LSM. Senin (03/04/2023).

Bacaan Lainnya

“Kehadiran perwakilan Wartawan dan LSM Kalbar di terima baik oleh bagian KBO Reskrim Ipda. Deffi Irawan S.H., di ruang kerjanya. Dan dalam pertemuan singkat Ipda. Deffi, menerangkan bahwa pada prinsipnya laporan wartawan dan LSM kami terima namun karena menggunakan lembaga wartawan maka harus dilengkapi dahulu laporan atas nama lembaga Wartawan ,”Tuturnya

“Lebih lanjut Radimanlah salah satu perwakilan wartawan mengatakan bahwa cuitan Sunardi alias Abas di medsos facebook pada hari sabtu itu benar-benar menghina nama baik dan profesi wartawan dan LSM dengan mengatakan “Oknum Wartawan dan LSM, Betenteng ( Sombong / berlagak/ angkuh / Membawa ) kesana kesini  kartu nama dengan alasan mencari berita, segera laporkan ke RT, Kades, Polsek dan Polres daerah sambas”. Jelasnya

Dari hasil Unggahan di media sosial Facebook. Kami dari pihak Berbagai dari Organisasi forum Wartawan dan LSM Beserta IWO INDONESIA Kalimantan Barat, tidak terima., Atas penghinaan dari Sunardi alias Abas. Dibawah ini nama-nama Wartawan yang berkeberatan/tidak terima postingan Sunardi di bawah ini :
1.Jemi indrawan Korwil Media Lintasone,Com.
2.Revie Achary.Sj .( Perwakilan News Investigasi 86 Com , Kalbar ),
3.Rudi Kurniawan Wakil Pimpinan Redaksi BNI, Bedah Nusantara Indonesia
4. DPW IKATAN WARTAWAN ONLINE INDONESIA ( IWO INDONESIA) Kalimantan Barat
5. Kaperwil Media XPOSETV ( Mohammad) Kalimantan Barat
6. Kaperwil Media Trustnedia.id (Muhammad Budi )
7. Pimred Media Mitragalaksi.com
8. Kaperwil CHANEL7.TV Kalimantan Barat.
9. Perwakilan Media Buser Bhayangkara 74.com Kalimantan Barat ( Yudi Yanto)
10. DPD IWO INDONESIA Kabupaten Sintang.
11. DPD IWO INDONESIA Kabupaten Melawi.
12. DPD IWO INDONESIA Kabupaten Kubu Raya
13. Humas Antar Lembaga DPW IWO INDONESIA Kalimantan Barat
14. DPD IWO INDONESIA Kota Singkawang
15.Sekretaris IWO INDONESIA Kabupaten Sambas
16.Hepni Jaya Kusuma, Wakaperwil Kalbar, Media suaramabes.com (MSM)
17. Dominikus Tolek Korwil Kalbar Beritatends, com. Id.
18. Budi Gustama Korwil Kalbar Koran Pemberita Korupsi ( KPK)
19. Pimpinan Media bidiksatu dan Meldanewe. Moto berani demi keadilan.
20.Kusnadi-JPPOS/Jurnal Polisi Pos-Kab Bengkayang
21. Jefry D Tanamal SH (Kaperwil Media Haluan Publi.Com).

“Sementara itu, Revie A selaku Ketua DPD IWO INDONESIA Kabupaten Samba, dengan tegas mengatakan bahwa postingan dari saudara Sunardi, medsos Facebook tersebut telah menghina Profesi Wartawan dan LSM dalam cuitan nya tersebut, menurut Revie A, untuk sakarang kami dari berbagai Awak Media, Lsm dan beberapa Awak Media yang tergabung di dalam Organisasi Ikatan Wartawan Online Indonesia ( IWO INDONESIA) mendatangi kantor Polres Sambas untuk membuat laporan, dan kami berharap agar Polres Sambas dapat memanggil saudara Sunardi alias Abas untuk mempertanggung jawabnya atas cuitan postingannya di facebook tersebut, yang diduga sudah membuat resah Awak Media dan teman- teman LSM ” Ungkapnya.

Revie A, juga mengatakan, bahwa Jurnalis / Wartawan dan LSM sudah jelas Tupoksinya masing-mading dalam bekerja mencari sumber informasi dan di lindungi undang undang Pers, Jurnalis di bekali dengan Surat Tugas dan Kartu Tanda Anggota, sebagai tanda pengenal di lembaga nya pula.L

Lebih lanjut, Revie A,” bahwa kami sebagai Awak Media, Jurnalis atau Wartawan ini, telah diatur UU Pers No. 40 tahun 1999, BAB VIII KETENTUAN PIDANA” Pasal 18 , Yang berbunyi, yaitu; dalam poin 1. Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah). Bahwa Jurnalis atau Wartawan mempunyai peranan penting dalam memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui dan mengembangkan pendapat umum, dengan menyampaikan informasi yang tepat, akurat dan benar. Hal ini akan mendorong ditegakkannya keadilan dan kebenaran, serta diwujudkannya supremasi hukum untuk menuju masyarakat yang tertib,” Pungkasnya.

Dalam permasalahan tersebut pengacara Sunardi aalah alamat melaporkan Revie Selaku Wartawan yang membuat postingan nerita Di FB Pribadinya, Seharusnya Sunardi melayangkan hak jawabnya atas pemberitaan di media-media online karena ada ketentuan UU Pers Nomor : 40 Tahun 1999.

Perlu di ketahui, pekerjaan seorang jurnalis atau wartawan itu di lindungi UU yang tertuang dalam UU Pers Pasal 1 ayat 1 bunyinya : Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia.

Menurut Jefry D Tanamal SH. MTh selaku Kaperwil Media Haluan Publik Provinsi Kalimantan Barat menangganpi surat pengaduan pengacara Sunardi tentang dugaan pencemaran nama baiknya lewat postingan Revie selaku wartawan di FB pribadinya dalam bentuk berita, seharusnya Sunardi melakukan hak jawab bukan pelaporan ke polisi. Karena Revie menaikan informasi di FB pribadinya sudah dalam bentuk berita yang dimuat di media-media online. Ungkapnya

Lebih lanjut Jefry menegaskan bahwa pengaduan yang di sampaikan oleh pengacara Sunardi ke pihak yang berwajib itu salah alamat. Mengingat Revie sedang menjalankan tupoksinya atau tugas jurnalisnya yang sudah tertuang dalam UU Pers Nomor : 4 tahun 1999 yakni pasal 1 ayat 1 itu jelas mengatur kerjanya seorang wartawan. Tegasnya

Sehingga jika pengacara Sunardi melayangkan surat pengaduan dugaan pasal pencemaran nama baik menurut saya belum terarah karena Sunardi belum menjelaskan postingannya di facebook pribadinya tertanggal 1 april itu mengenai pencatutan nama wartawan dan LSM.

Jika Sunardi dalam postingan di facebook pribadinya menjelek-jelekan profesi wartawan dan LSM belum menjelaskan dan membuktikan siapa oknum wartawan dan LSM yang maksud, berarti patut di duga melakukan perbuatan melawan hukum menyebarkan berita bohong/hoax. Tutupnya.

(Tim).

Pos terkait